Manfaat Pemberian Asi Eksklusif untuk Bayi (0-6 bulan) di Desa Yukum Jaya Kecamatan Terbanggi Besar, Lampung Tengah

Authors

  • Ekta Puspita Sari Program Studi DIII Kebidanan, Akademi Kebidanan Wahana Husada Bandar Jaya Lampung Tengah, Lampung, Indonesia
https://doi.org/10.54012/devotion.v2i1.209
Abstract views: 141


PDF downloads: 121


Keywords:

Pengetahuan, Manfaat Pemberian Asi Eksklusif

Abstract

ASI merupakan makanan tunggal yang dapat memenuhi kebutuhan bayi hingga 6 bulan. Pemberian ASI eksklusif 6 bulan pertama kehidupan bayi yang diimbangi dengan pemberian MP ASI yang optimal merupakan intervensi kesehatan masyarakat yang sangat efektif dan efisien dalam mendukung pertumbuhan balita. Selain sebagai unsur growth factor, ASI saja selama 6 bulan dapat mengurangi risiko terjadi penyakit gastrointestinal dibandingkan dengan pemberian ASI hanya 3 bulan. Gangguan gastrointestinal yang dialami anak akan menghambat penyerapan makanan, sehingga jika hal ini terjadi dalam waktu yang lama dan berulang maka akan mengakibatkan anak mengalami kekurangan asupan makanan dan berdampak pada status gizi.Pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode Survey Analitik, dengan target populasinya ibu-ibu yang memiliki bayi (0-6 bulan) di Desa Yukum Jaya RT/RW; 054/020, Kecamatan Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah. Populasi pada pengabdian kepada masyarakat ini yaitu ibu-ibu yang memiliki bayi (0-6 bulan) yang mengikuti posyandu balita di Desa Yukum Jaya Kecamatan Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah sebanyak 91 orang.

References

Astuti, I., (2013). Determinan pemberian ASI eksklusif pada ibu menyusui.Jurnal Health Quality,4(1),pp.176.https://www.poltekkesjakarta1.ac.id/file/dokumen/41Jurnal_ISRONI.pd f.

Azwar, S. (2011). Tes Prestasi Fungsi dan Pengembangan Pengukuran Prestasi Belajar. Yogyakarta. Pustaka Pelajar Offset

BKKBN, (2017). Peran BKKBN di Balik Gerakan Penanggulangan Stunting. Jurnal Keluarga.Edisi Kesatu 2018. www.bkkbn.go.id

Budiharjo, (2013). Panduan Ibu Cerdas (ASI dan Tumbuh Kembang Bayi). Yogyakarta: Medis Presindo

Conita, D.A., (2014). Perbedaan Pertumbuhan Bayi Usia 3-6 Bulan yang Diberi Asi Eksklusif dan yang Tidak Diberi Asi Eksklusif di Puskesmas Gang Sehat Kecamatan Pontianak Selatan. Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura, 1(1).

Fikawati, S dan Syafig, A. (2012). Kajian Implementasi dan Kebijakan Air Susu Ibu Eksklusif dan Inisiasi Menyusu Dini Di Indonesia.Jakarta : EGC

Fitri Yunita. (2008). Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang ASI Eksklusif Dengan Status Gizi Bayi Umur 0-6 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Tambak 1 Kabupaten Banyumas Tahun 2008. STIKES Muhammadiyah Gombong.

Kemenkes RI. (2014). Situasi dan Analisis ASI Eksklusif. Jakarta : Pusat Data dan Informasi

Kurniawan, B., (2013). Determinan keberhasilan pemberian air susu ibu eksklusif.

Jurnal Kedokteran Brawijaya, 27(4), pp.236-240.

Mabud, N.H., Mandang, J. and Mamuaya, T., (2014). Hubungan pengetahuan, pendidikan, paritas dengan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Bahu Kecamatan Malalayang Kota Manado.JIDAN (Jurnal Ilmiah Bidan), 2(2), pp.51-56.

Soetjiningsih. (2014). Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: EGC

Sugiono (2020) Metodologi Penelitian Kesehatan. Bandung : Alfabeta

Downloads

Published

2023-08-21

How to Cite

Sari, E. P. (2023). Manfaat Pemberian Asi Eksklusif untuk Bayi (0-6 bulan) di Desa Yukum Jaya Kecamatan Terbanggi Besar, Lampung Tengah. Devotion: Journal Corner of Community Service, 2(1), 1–6. https://doi.org/10.54012/devotion.v2i1.209

Issue

Section

Articles